oleh

2019, Jokowi Akan Tingkatkan Dana Desa Hingga Rp 832,2 Triliun

BOLMONGNEWS JAKARTA– Presiden Joko Widodo atau Jokowi, akan meningkatkan anggaran dana desa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2019. Anggaran tersebut meningkat 9 persen menjadi Rp 832,2 Triliun.

“Peningkatan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah mampu meningkatkan kinerja pelayanan dasar publik di daerah yang tercermin dari membaiknya beberapa indikator kesejahteraan masyarakat,” ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Kamis, 16 Agustus 2018.

Jokowi menjelaskan sejak dialokasikan pada 2015, dana desa dapat membatu membangun sarana dan prasaran untuk masyarakat.

Antara lain, untuk pembangunan sekitar 124 ribu kilometer jalan desa, 791 kilometer jembatan, akses air bersih 38,3 ribu unit, sekitar 3 ribu unit tambatan perahu, 18,2 ribu unit PAUD, 5,4 ribu unit Polindes, 6,6 ribu unit pasar desa, 28,8 ribu unit irigasi, 11,6 ribu unit Posyandu, dan sekitar 2 ribu unit embung.

Selain itu, untuk memperkuat daya beli masyarakat, Jokowi berujar, dana desa akan diarahkan untuk skema padat karya tunai. Sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Pada anggaran semester I tahun 2018, realisasi dana desa telah mencapai Rp 35,9 triliun.

Jokowi menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk membangun 5,3 ribu kilometer jalan desa, 24,1 kilometer jembatan, 6 ribu unit akses air bersih, 508 unit tambatan perahu, 1,6 ribu unit PAUD, 910 unit Polindes, 845 unit pasar desa, 10,8 ribu unit irigasi, 677 unit posyandu, dan 664 unit embung.

Jokowi menilai dengan dinaikkannya anggaran dana desa hingga Rp 832,3 triliun pada 2019, maka akan memperkuat pemerataan pembangunan di 34 provinsi, 508 kabupaten atau kota, hingga 74.957 desa.

RAPBN 2019 direncanakan akan mencapai RP 2,4 triliun, atau sekitar 15 persen dari produk domestik bruto Indonesia. Jumlah tersebut, kata Jokowi, lebih tinggi 10 persen dari perkiraan realisasi belanja negara di tahun 2018.

Menurut Jokowi, angka tersebut meningkat 37,3 persen dibandingkan dengan belanja negara tahun 2014 sebesar Rp 1,7 triliun.

“Kualitas belanja negara akan semakin ditingkatkan dan fokus untuk memacu perekonomian dan menciptakan kesejahteraan rakyat yang makin merata dan adil,” tuturnya.

(Sumber: Tempo.co)

Komentar