oleh

Tatong: Kita harus mempersiapkan SDM yang handal dan terbaik

BolmongNews.com, Kotamobagu—Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara hingga saat ini masih berada di Negara Australia bersama Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow. Kedua srikandi Bolmong Raya ini melakukan kunjungan ke negara Kangguru tersebut bersama tim Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Harsono Monoarfa, sejak 25 Agustus lalu.

Dalam kujungan ke Negara yang merupakan Negara peternakan sapi terbesar ke lima di dunia itu, ternyata memberikan inspirasi baru bagi Tatong dan Yasti dalam mengembangkan berbagai potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), khususnya diwilayah Kota Kotamobagu dan Kabupaten Bolmong.

Peternakan Sapi yang besar dan terbaik di Australia yakni peternakan Rockhampton (Beef Capital of Australia) menarik minat kedua Kepala Daerah itu, dalam proses pembangunan di daerah.

Hal ini tercermin dari penyampaian Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, saat dihubungi awak media disela-sela kunjungan dilokasi peternakan Sapi tersebut.

Menurut Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, dari kunjungan itu banyak hal yang patut dicontoh. Mulai dari pemeliharaan ternak hingga pada pemasarannya.

“Banyak hal yang patut dicontoh dari keberhasilan pada peternakan sapi ini. Kedepan tidak ada salahnya kita mencontoh yang baik agar dapat merubah pola fikir untuk kearah yang lebih baik,” kata Tatong, Rabu (29/8/2018).

Tatong mengungkapkan, setelah kunjungan ke peternakan sapi, ia bersama Bupati Bolmong langsung melakukan pertemuan dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Sidney bersama Wantimpres.

“Tadi kita berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Sidney bersama pak Harsono Monoarfa, dan nyonya yang juga anggota DPR RI, serta ibu Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow. Pertemuan dengan Konjen RI ini guna membicarakan hasil kunjungan di Peternakan Rockhampton dan kunjungan di Central Queensland University,” ungkap Tatong, sembari menambahkan, bahwa peternakan sapi yang besar terbaik seperti itu hanya bisa ditangani oleh SDM yang baik.

“Jika kira ingin membangun hal yang sama kedepan, maka kita harus mempersiapkan SDM yang  handal dan terbaik,” tambahnya. (ewin)

Komentar