Realisasi Vaksin MR di Kotamobagu Baru 77 Persen

BolmongNews.com, Kotamobagu—Rubella atau biasa disebut campak jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubbela. Ciri-ciri terkena virus rubbela yang paling utama adalah demam ringan dan bintik-bintik merah di kulit.

Berdasarkan laporan dari Kementrian Kesehatan RI, ada sekitar 8.185 kasus campak Jerman di Indonesia yang terjadi pada tahun 2015 lalu. Rubbela sering terjadi pada bayi dan anak yang belum diimunisasi. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubbela, tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin campak rubella alias vaksin MR (Measle Rubella).

Di Kota Kotamobagu sendiri, target nasional 95 persen bebas rubbela belum terpenuhi, Karena terkendala dengan banyaknya orang tua yang tidak berkenan anaknya divaksinasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu, Devi Ch Lala melalui Pengelola Program Imunisasi, Heru Damopolii.

“Keseluruhan untuk Kota Kotamobagu sampai hari ini baru 77, 6 persen dari total target yang harus dicapai,” ungkapnya.

Ia menuturkan, kendala ini sudah dikoordinasikan ke pimpinan daerah. Bahkan, dalam pertemuan dengan Wakil Wali Kota Kotamobagu dengan Dinkes Provinsi, Dinkes Kotamobagu, Kepala Dinas Pendidikan, Departemen Agama dan para Camat se-Kota Kotamobagu, target yang telah ditetapkan itu harus dicapai. Sehingga diperlukan adanya solusi yang harus dilakukan oleh lintas sektoral.

“Paling lambat tanggal 15 Desember 2018, Kota Kotamobagu sudah harus mencapai target. Masalah masih adanya penolakan dari para orang tua murid, kita sudah bekerja sama dengan Departemen Agama untuk menjelaskannya,” pungkasnya. (ewin)

Komentar