oleh

Kopi Dindodok Desa Bilalang Jadi Icon Kota Kotamobagu

BolmongNews.com,Kotamobagu—Salah satu komoditas pertanian di Kota Kotamobagu adalah Kopi. Dari hasil biji Kopi ini masyarakat mendapatkan nilai tambah ekonomi. Baik dijual mentah maupun diolah langsung menjadi Bubuk Kopi. Seperti Kopi Dinodok yang diproduksi oleh Kelompok Usaha Perbaikan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Desa Bilalang l, Kecamatan Kotamobagu Utara, yang memiliki cita rasa khas dan tinggi untuk para penikmat Kopi.

Produk Kopi Dinodok juga telah mendapatkan Sertifikat Pertanian Organik (Indonesian Organik Farming Certificasion) dari INOFICE yang telah menetapkan Pertanian Organik sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013.

“Estimasi produksi Kopi Robusta (Biji Kopi Beras) 12.460 kilogram per tahun, dan Kopi Bubuk 2.400 kilogram per tahunnya,” ungkap Kepala Desa Bilalang l, Badaria Mokoginta, yang sekaligus pembina kelompok UPPKS.

Ia mengatakan, produksi Kopi Dinodok dari jenis Biji Kopi Robusta pemasarannya dimulai dengan mengenalkannya ke pengusaha lokal yang membuka Kedai Kopi di wilayah Kota Kotamobagu.

Beberapa kedai kopi di Kota Kotamobagu sudah menjadi pelanggan kami. Alhamdulillah,  perminggu bisa mencapai 100 kilogram. Selain di Kedai, kami juga sudah mampu memenuhi permintaan pasar lokal. Termasuk pasar, swalayan yang ada di Kota Kotamobagu. Bahkan jadi souvenir bagi para pejabat maupun masyarakat saat ke luar daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pengelolaan kopi tersebut pun sudah menggunakan peralatan modern.

“Mulai dari proses sangrai, penggilinga hingga pengemasan yang diisi dalam aluminium foil. Proses penjualan juga bervariasi, sesuai kemasan. Untuk 100 gram harganya 11 ribu, 250 gram 25 ribu dan untuk 500 gram 900 ribu,” tambahnya.

Menariknya, produk asli Kotamobagu ini turut di promosikan, Noni Sulut 2018, Brenda Anelia Tumbela. “Untuk promosi Kota Kotamobagu, sata akan lebih mengarah ke produk Agriculture (Pertanian).Salah satunya kopo dinodok. Kopi ini terbuat dari biji kopo organik dan aromanya sangat spesial, berbeda dengan kopi-kopi yang lain. Bahkan saya dengar juga pak Gubenur pun sangat tertarik dengan kopi ini,” ungkapnya. (ewin)

Komentar