Audit Investigasi Sollar Cell Desa Bungko, Sa’ir: Kurang Lebih 80 Persen

BolmongNews.com, Kotamobagu–Inspektorat Kota Kotamobagu hingga saat ini masih merampungkan data, terkait dugaan penyelewengan kegiatan pengadaan sollar cell di desa Bungko Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Menurut Inspektur Kotamobagu, Sa’ir Lentang, progress audit sampai dengan awal Tahun 2019 ini, sudah hampir rampung.

“Audit investigasi masih berproses. Audit kan tidak bisa hanya sampel.  Investigasi itu datanya harus lengkap. Persentasenya kurang lebih mendekati 80 persen. Tinggal dirampungkan, ” kata Lentang,  di ruangan kerjanya.

Lentang menjelaskan,  proses audit investigasi ini berbeda dengan audit atau pemeriksaan lainnya. Dimana jika dalam pemeriksaan reguler hanya mengambil sampel.

Namun untuk masalah tersebut dari semua pihak yang terkait harus diminta keterangan. Termasuk komponen bahan yang menjadi objek dalam permasalahan sesuai laporan dari masyarakat.

“Objeknya kan lampu sollar cell (Panel Surya). Jadi semua yang terkait dengan isi dan komponennya itu kita lihat. Siapa pemasok dan apakah perusahaannya ada. Itu semua dilihat. Termasuk asal usul usulan kegiatan itu dari mana dan spesifikasi barang yang diadakan, ” jelasnya.

Menurut Lentang, dari jumlah 80 persen realisasi audit, 20 persen itu tinggal kelengkapan data.

“Tinggal administrasi saja. Semua kita harus lengkapi dulu. Sehingga tidak serta merta kita membuat laporan. Agar ketika masuk di pengadilan semuanya lengkap. Sebab, hal detail semua ditanyakan. Karena ini aduan masyarakat kita akan fasilitasi. Akan diupanyakan secepatnya,  Insya Allah bulan Januari ini sudah rampung,” terangnya, Senin (7/1/2019).

Diketahui,  sebagaimana telah dikabarkan sebelumnya,  audit investigasi yang dilakukan Inspektorat Kota Kotamobagu terhadap kegiatan pengadaan sollar cell desa Bungko,  merupakan tindak lanjut permintaan dari Kejaksaan Negeri Kotamobagu (Kejari)  Kotamobagu atas adanya dugaan penyelewengan sesuai laporan masyarakat.

Pengadaan solar cell 30 unit dengan pagu anggaran sebesar Rp583 juta itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes) Tahun 2017, melalui program  kegiatan Dana Desa.(ewin)

Komentar