Bolmong Kekurangan Tenaga Kesehatan

BOLMONGNEWS, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten Bolmong mengaku masih kekurangan tenaga kesehatan khususnya tenaga Dokter.
Data dirangkum,  jumlah dokter yang terdata di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong hingga tahun 2016 hanya ada 16 orang.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinkes Bolmong Drg Rudiawan. menurutnya, untuk 16 dokter pegawai tidak tetap (PTT) statusnya hanya bersifat kontrak, dan kontrak tersebut akan habis pada tahun 2017.
“Memang hanya satu dokter PTT saja yang mau diangkat menjadi PNS. Sehingga tahun depan itu Bolmong sangat dibutuhkan dokter,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila pengangkatan tenaga dokter untuk menjadi PNS tidak ada, maka untuk penganti mereka yang akan pensiun, termasuk kontrak PTT berakhir tidak ada. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes Bolmong mengambil kebijakkan akan mengusulkan kepada Pemkab Bolmong  supaya bisa menganggarkan pengadaan dokter PTT di Bolmong.
“Dokter PTT daerah itu, harus dianggarkan. Karena kalau tidak, bisa terjadi kekosongan dokter di Bolmong,” ujarnya.
Lanjutnya, tahun 2017 Bolmong memiliki 18 puskesmas.Ia mengatakan, idealnya untuk 1 puskesmas memiliki 2 dokter. Itu berarti Bolmong harus memiliki 32 dokter, dan tidak terhitung dengan dokter yang ada di  RSUD Datoe Binangkang.
“Untuk mengantisipasi terkait dokter PTT yang kurang ini, harus dianggarkan untuk dokter PTT daerah. Dinkes sudah masukkan di RKA Dinkes. Yakni 10 dokter PTT daerah, dan 5 bidan PTT di daerah terpencil,” tuturnya.
Ia menjelaskan, untuk saat ini saja di Kabupaten Bolmong, selain dokter juga kekurangan bidan. Karena, saat ini  untuk satu bidan harus menjangkau sampai Lima desa.
“Padahal idealnya satu desa itu mendapat satu bidan, dimana Bolmong memiliki 200 desa dan 2 kelurahan. Kami akan berupaya bagaimana caranya agar kekurangan tersebut bisa disiasati. Kami berdayakan semua SDM yang ada, semoga pihak Banggar Dekab Bolmong akan menerima usulan dari Dinkes,” tutupnya. (tr05)

Komentar