oleh

PTM Terbatas, Pekan Depan Disdik Kotamobagu Lakukan Peninjauan di Sekolah

KOTAMOBAGU—Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) semester genap tahun ajaran 2021/2022, mulai dilakukan kembali sejak Selasa 4 Januari 2022, di seluruh Sekolah di Kota Kotamobagu. Namun, untuk saat ini PTM terbatas belum 100 persen diselenggarakan di daerah tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kotamobagu Kusnadi Pobela mengatakan, PTM terbatas ini sudah harus dilaksanakan pada tahun 2022.

BACA JUGA: Steven Ajak Yasti Kembali ke Senayan

“Disaat baru mau masuk sekolah, semua dinas maupun sekolah di undang untuk webinar persiapan pembelajaran tatap muka terbatas tahun 2022 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hasil webinar itu, semua sekolah sudah wajib melaksanakan PTM. Karena di tahun 2021 masih banyak sekolah yang belum melaksanakan PTM disebabkan adanya zona, dan terkonfirmasi positif Covid-19, nah di tahun 2022 ini sudah wajib PTM,” kata Kusnadi, Kamis 6 Januari 2022.

Untuk tindak lanjut webinar itu, kata Kusnadi, Disdik akan melakukan evaluasi kesiapan protokol kesehatan (Prokes). Apakah prokes yang disiapkan di sekolah itu sudah sesuai standar atau tidak sebagaimana syarat pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas.

“Ini dilakukan agar supaya pembelajaran sudah bisa dilakukan 100 persen. Karena yang dilakukan sekarang ini baru 50 persen. Nah, kalau sudah sesuai dengan daftar periksa, maka sudah bisa diusulkan untuk melaksanakan PTM 100 persen” terang Kusnadi.

Kusnadi menjelaskan, beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni; pertama, tempat cuci tangan harus permanen, air mengalir, sabun cuci tangan harus tersedia, harus ada disinfektan, setiap anak sekolah pulang harus disemprot dengan disinfektan, dan penyedian alat periksa tubuh. Kemudian penerapan prokes secara ketat, mulai dari jumlah siswa hingga  pengaturan tempat duduk, dan semua sekolah wajib memampang spanduk area wajib masker.

“Rencana peninjauan itu dilaksanakan minggu depan khusus di Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama,” kata Kusnadi. (Laras Dondo/ Erwin Makalunsenge)

Komentar