oleh

Pangdam XIII/Merdeka Apresiasi Capaian Vaksinasi di Bolaang Mongondow Raya

KOTAMOBAGU—Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Alfred Denny Djoike Tuejeh mengapresiai capaian vaksinasi di wilayah Bolaang Mogondow Raya.
Apresiasi itu disampaikan Pangdam saat kunjungan kerja di Kota Kotamobagu, Jumat 14 Januari 2022, siang tadi.

BACA JUGA: Wali Kota Kotamobagu Sambut  Kunjungan Kerja Pangdam XIII/Merdeka

“Saya menerima laporan dari Dandim 1303 Bolmong bahwa di daerah BMR untuk penanganan Covid-19 sudah 81 persen. Ini satu capaian yang begitu tinggi, dan saya yakin capaian itu tidak serta merta bisa dicapai kalau tidak ada kerja sama, komunikasi, koordinasi, sinergitas yang baik antar lembaga yang ada di sini. Dan tentu saja itu adalah berkat koordinasi yang dilakukan dengan baik oleh para kepala daerah, baik wali kota maupun bupati,” kata Perwira tinggi berbintang dua itu, saat memberikan sambutan di rumah dinas wali kota kotamobagu.

Meski demikian kata Pangdam, Capaian tersebut perlu harus ditingkatkan. Dalam dua pekan terakhir ini di wilayah Kodam XIII/Merdeka baik Sulawesi Utara, Gorontalo maupun Sulawesi Tengah tidak menunjukkan trend peningkatan kasus Covid-19.

“Hal ini tentunya tidak akan terwujud tanpa ada usaha dan upaya kita bersama dalam melakukan penanganan di lapangan,” ujarya.

Pangdam menegaskan, program vaksinasi masih menjadi prioritas pemerintah. Sementara disatu sisi pemerintah harus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan sisi lain harus mengendalikan bencana non alam ini.

“Tetapi kita perlu bersyukur bahwa pemerintah mampu menyeimbangkan antara penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Sehingga Negara Indonesia menjadi salah satu negara yang diakui oleh dunia mampu menangani covid-19 dan memulihkan ekonomi secara baik,” terangnya.

Manurutnya, apa yang dilakukan oleh pemerintah bersama stakeholder yang ada di Kotamobagu, Bolmong, Boltim, Bolsel serta Bolmut, telah berkontribusi dalam penanggulangan pandemi ini. Kata Pangdam, untuk mengatasi pandemi covid-19, butuh waktu yang panjang.

“WHO telah mengeluarkan pernyataan bahwa paling cepat Covid-19 ini dinyatakan sebagai endemi itu nanti pada tahun 2024. Masih dua tahun lagi kita akan keluar dari bencana non alam ini,” ujarnya.

Lanjutnya, sudah dua tahun dilakukan upaya penanggulangan covid-19  dan telah memakan energi yang sangat besar.

“Tidak saja Indonesia secara nasional, tetapi juga di daerah, baik kepala daerah, Dandim serta Kapolres, itu energi sudah besar yang keluar. Nah kalau kita mampu mengendalikan dengan baik, sementara perlu kita waspadai dan kita jaga adalah konsistensi mental, agar bagaimana kita bisa konsisten menjaga semangat kita bekerja, tidak bosan, tidak termakan rutinitas untuk terus mengingatkan masyarakat terkait pentingnya program vaksinasi serta mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya hanya satu, agar warga kita yang ada di sini bisa bekerja tanpa ada rasa takut,” tandasnya.

(Erwin Makalunsenge)

Komentar