oleh

Desa Sia’ Bakal Jadi Desa Wisata di Kotamobagu

BolmongNews.com,  Kotamobagu–Memiliki keindahan alam pegunungan,  membuat Desa Sia’ Kecamatan Kotamobagu Utara bakal menjadi Desa Wisata.

Sejumlah potensi yang akan dikembangkan desa yang berada di lereng gunung sia’ sebagai destinasi wisata diantaranya, flying fox dan tempat permandian.

Tak hanya itu, para wisatawan juga bisa menikmati pemandangan keindahan wilayah Kota Kotamobagu dari puncak gunung.

Kepala Desa Sia’ Herto Balansa mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan objek wisata tersebut.

“Iya kami sedang membuat perencanaan untuk pembangunan tempat wisata. Seperti flying fox,  tempat permandian karena disini juga ada mata air yang menjadi penunjang. Selain itu masih ada lagi rencana lain sebagai objek wisata. Jenis wisata outbond, ” kata Herto kepada BolmongNews.com, di kediamannya,  Jumat (8/2/2019).

Herto juga mengaku,  jika tidak ada aral melintang, untuk pengembangan destinasi wisata, pihaknya akan mendapatkan dana bantuan dari salah satu investor.

“Tapi selain itu kami juga akan mengalokasikan pengembangan wisata ini melalui dana desa, ” ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Kotamobagu,  Ir Hj Tatong Bara, mengatakan,  Pemerintah desa Sia’ diharapkan dapat mengalokasikan dana desa untuk pengembangan potensi wisata alam.

Menurut Wali Kota, wisata alam desa Sia’ dapat menjadi alternatif warga untuk berwisata tanpa harus ke luar daerah.

“Wisata alam Desa Sia sangat bagus. Bila ditambah dengan fasilitas lainnya, maka desa sia akan menjadi tujuan orang berekreasi. Kita bisa menghadirkan gantole, kolam pemandian, atau tempat santai lainnya,” kata Wali Kota saat meresmikan sejumlah proyek di desa sia’ tahun anggaran 2017 lalu.

Wali Kota menjelaskan,  dengan hadirnya destinasi wisata baru di Sia, warga sekitar dapat memanfaatkan untuk berjualan serta mengenalkan kerajinan utama desa yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar lokasi wisata.

Selain wisata, potensi yang bisa dikembangkan adalah industri kerajinan ijuk. Karena sejak dulu, desa Sia’ terkenal dengan kerajinan sapu. Bahkan, 60 persen warganya adalah pengrajin sapu. Selain itu, kopi juga merupakan komoditi pertanian utama di Desa Sia.

“Ini patut dikembangkan. Hadirnya destinasi wisata baru di Sia, akan ikut menopang potensi lainnya,” pungkas Wali Kota. (ewin).

Komentar