Camat Helumo Resmi Diterima Adat Moloopu, Ini Harapan Bupati Bolsel

BNews, BOLSEL — Prosesi adat Moloopu yang sarat makna kembali digelar di Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), sebagai bentuk pengakuan dan penerimaan adat terhadap Camat Helumo yang baru dilantik, Eus Daud.

Upacara adat yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Kecamatan Helumo, Selasa (31/03/2026), menjadi simbol kuat bahwa kepemimpinan tidak hanya sah secara administratif pemerintahan, tetapi juga harus mendapat legitimasi secara adat dan budaya masyarakat setempat.

Tradisi Moloopu sendiri merupakan warisan budaya masyarakat Gorontalo yang hingga kini tetap dijaga, khususnya di wilayah Helumo yang mayoritas penduduknya memiliki akar budaya Gorontalo.

Prosesi ini biasanya diawali dengan penjemputan pejabat dari kediaman pribadi menuju rumah dinas jabatan, diiringi tokoh adat dan masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus penerimaan resmi secara adat.

Dalam prosesi tersebut, Camat Helumo Eus Daud disambut langsung oleh para pemangku adat, aparat desa, serta masyarakat dari 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Helumo.

Kehadiran unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, hingga tokoh masyarakat semakin menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian penting dari identitas sosial masyarakat.

Camat Helumo Eus Daud, dalam sambutannya menyampaikan bahwa prosesi adat Moloopu memiliki nilai edukatif yang sangat penting, terutama bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan tradisi leluhur.

“Momentum sakral seperti adat Moloopu ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga bagian dari jati diri masyarakat yang mengajarkan nilai adab, etika, dan penghormatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai camat, dirinya akan menjadikan nilai-nilai adat sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta dalam menjalankan roda pemerintahan di Kecamatan Helumo.

“Ke depan, kami akan berupaya menjalankan pemerintahan yang tidak lepas dari nilai-nilai adat atau adabu, sehingga setiap kebijakan dan pelayanan tetap selaras dengan norma budaya dan agama,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, H. Iskandar Kamaru yang turut hadir dalam prosesi tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat Helumo yang masih menjaga kelestarian adat istiadat di tengah perkembangan zaman.

Dalam pernyataannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Camat Helumo yang baru dilantik serta menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Bolaang Mongondow Selatan, saya mengucapkan selamat kepada Saudara Eus Daud atas amanah sebagai Camat Helumo. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta mampu merangkul seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan bahwa prosesi adat seperti Moloopu bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari sistem sosial yang memperkuat legitimasi kepemimpinan di tengah masyarakat.

“Adat dan pemerintahan harus berjalan beriringan. Prosesi seperti ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan tidak hanya diakui secara formal, tetapi juga diterima secara kultural oleh masyarakat. Ini adalah kekuatan besar dalam membangun daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap Camat Helumo dapat menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat serta mampu mendorong pembangunan yang berkeadilan dan berbasis kearifan lokal.

“Kami berharap Camat Helumo yang baru dapat menjadi motor penggerak pembangunan di wilayahnya, menjaga stabilitas sosial, serta terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, adat, dan religiusitas,” tambahnya.

Dengan terlaksananya prosesi Moloopu, secara adat Camat Helumo telah resmi diterima oleh masyarakat dan telah melakukan kunjungan simbolik ke seluruh desa di wilayah kecamatan tersebut.

Prosesi ini menjadi penegasan bahwa di tengah modernisasi, nilai-nilai adat tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun pemerintahan yang berakar pada budaya dan kearifan lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para Sangadi (Kepala Desa), aparat desa, Babinkamtibmas, tenaga kesehatan dari Puskesmas Duminanga, para kepala sekolah, tokoh adat, serta masyarakat Kecamatan Helumo yang antusias mengikuti jalannya prosesi hingga selesai.

Reporter: Wawan Dentaw

Komentar