BNews, BOLMONG – Program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation plus (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) REDD+ di Desa Komangaan Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Kamis (12/6/2026), memasuki tahapan penanaman pohon di sejumlah lahan milik warga.
Kegiatan yang laksanakan oleh Yayasan Aku Rimba Indonesia sebagai pelaksana proyek RBP REDD+ GCF Output 2 Sulawesi Utara ini, telah dimulai sejak bulan November 2025 lalu.
Di mana tujuannya adalah untuk melakukan rehabilitasi hutan dan lahan.
“Sebelum dilakukan penanaman, terlebih dahulu dilakukan identifikasi lokasi, ada juga pelatihan tentang tata cara penanaman, persiapan lahan, pembuatan lubang tanam dan pemasangan ajir,” kata Program Manager Human Resources And Community Enggagement, Yayasan Aku Rimba Indonesia, Irfan Saputra.

Irfan mengatakan, pengadaan bibit telah dilaksanakan di bulan Januari 2026.
“Karena tahapannya sudah semua dilaksanakan, jadi kita masuk di tahapan penanaman di awal bulan Februari dan target penanamannya selesai juga di bulan Februari ini,” terangnya.
Di Desa Komangaan, kata Irfan, areal penanaman seluas 50 hektar milik warga setempat.
“Bibit tanaman yang di tanam terbagi pada jenis tanaman produktif dan kayu-kayuan yakni, durian montong, Alpukat dan bibit kayu Cempaka,” jelasnya.
Lanjutnya, program ini juga terdapat di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Yakni, Desa Kombot Kecamatan Pinolosian.
“Luas lahannya sebesar 20 hektar. Jadi total areal yang akan di tanami di Komangan dan Kombot itu 70 hektar,” ujarnya.
Selain itu, terangnya, ada juga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Manado.
“Di Manado kegiatannya untuk mengadvokasi kebijakan dan di Boltim hanya pendampingan pada kelompok tani hutan,” kata Irfan.

Ia menambahkan, jumlah penerima manfaat di Desa Komangaan sebanyak 41 orang dan Desa Kombot 26 orang.
“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat baik bagi masyarakat setempat, sekaligus juga berdampak baik bagi lingkungan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulut melalui Pengendali Ekosistem Hutan Muda, Raynal Bakti juga berharap, program ini berhasil dengan baik.
“Harapannya ke depan desa -desa yang mendapatkan program ini bisa menjadi sentra produksi buah-buahan, karena kegiatan ini untuk masyarakat dan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri,” kata Raynal usai mengikuti kegiatan penanaman di lahan warga Desa Komangaan.
Di sisi lain, ia mengatakan, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut akan melakukan monitoring dan evaluasi pada program tersebut.
“Evaluasi ini tidak hanya sebatas melihat pada pelaksanaan penanamannya, tapi juga akan melihat manfaatnya ke masyarakat,” pungkasnya.
Diinformasikan, kegiatan penanaman ini diawali dengan acara seremonial di Balai Desa Komangaan.
Turut hadir Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Bidang PPDAS-RHL, KPH I, KPH II, Pemerintah Desa Komangaan dan masyarakat.
Reporter: Erwin Ch Makalunsenge









Komentar