BNews, BOLMONG – Program REDD+ di Desa Komangaan Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow memasuki tahapan kegiatan penanaman bersama di sejumlah lahan milik warga, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini di fasiilitasi langsung oleh Yayasan Aku Rimba Indonesia sebagai pelaksana proyek RBP REDD+ GCF Output 2 Sulawesi Utara.
Progam ini bertujuan diantaranya untuk melakukan rehabiitasi hutan dan lahan.
Program Manager Human Resources And Community Engagement, Yayasan Aku Rimba Indonesia, Irfan Saputra, mengatakan, lahan yang akan di tanami merupakan milik warga desa setempat.
“Untuk luas lahan yang akan di tanami di Desa Komangaan sebesar 50 hektar,” kata Irfan.
Irfan menjelaskan, sebelum dilakukan penanaman, pihaknya terlebih dahulu melakukan proses identifikasi lokasi.

“Selain itu juga dilakukan pelatihan kepada masyarakat tentang tata cara penanaman, kemudian persiapan lahan, mulai dari pembuatan lubang tanam dan pemasangan ajir,” terangnya.
Untuk pengadaan bibit kata Irfan, telah dilakukan pada bulan Januari 2026 lalu, terdiri dari jenis bibit produktif dan kayu-kayuan
“Bibit yang di tanam ada jenis bibit produktif, Durian Montong, Alpukat dan kayu cempaka. Awal bulan Februari ini tahapan penanaman dan target juga bulan ini selesai penanamanya,” ujarnya.
Lanjutnya, selain di Desa Komangaan, program ini juga terdapat di Desa Kombot Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
“Luas areal untuk penanaman di Desa Kombot 20 hektar, jadi total keseluruhan itu 70 hektar,” kata Irfan.
“Sementara untuk jumlah penerima manfaat, masing-masing Desa Komangaan sebanyak 41 orang dan Desa Kombot 26 orang,” sambungnya.
Kegiatan ini, terang Irfan, ada juga di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Manado.
“Di Manado kegiatannya untuk mengadvokasi kebijakan dan di Boltim hanya pendampingan kepada kelompok tani, tidak ada penanaman,” tambahnya.
Irfan berharap, program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Sekaligus juga berdampak baik bagi lingkungan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melalui Pengendali Ekosistem Hutan Muda, Raynal Baki, mengatakan, program ini melibatkan partisipasi aktif dan peran dari pemerintah dan masyarakat desa setempat.
Sehingga, kata dia, diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta berdampak positif bagi masyarakat itu sendiri.
“Dengan keterlibatan masyarakat tentunya diharapkan program ini memberikan dampak yang positif, baik untuk kelestarian lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Di sisi lain dia juga menjelaskan, Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulut akan melakukan monitoring serta evaluasi pada program tersebut.
“Evaluasi ini tidak hanya sebatas melihat pada pelaksanaan penanamannya, tapi juga akan melihat manfaatnya ke masyarakat,” pungkasnya.
Diinfromasikan, kegiatan penanaman ini diawali dengan cara seremonial di Balai Desa Komangaan yang turut dihadiri oleh pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Bidang PPDAS-RAHL, KPH I, KPH II, Pemerintah Desa dan masyarakat.
Reporter: Erwin Ch Makalunsenge








