oleh

Lurah-Sangadi se-Kotamobagu Ikut Study Komparasi di NTB

BolmongNews.com, Kotamobagu–Lurah dan Sangadi se-Kota Kotamobagu melakukan kunjungan kerja (Kunker) study komparasi, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), selama tiga hari.

Menurut Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kotamobagu, Marham Anas Tungkagi, kunjungan kerja tersebut dilaksanakan di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok.

“Di kota Mataram para lurah dan sangadi diterima langsung Wali kota Mataram, setelah itu ke kelurahan Banjar. Di Kabupaten Lombok Barat, rombongan berkunjung ke Desa Lingsar,” kata Anas.

Lanjutnya, dipilihnya kedua desa dan kelurahan tersebut karena merupakan peraih terbaik 1 Nasional regional IV pada lomba desa teladan. Selebihnya ke inovasi.

“Tujuan dalam kunker para lurah dan sangadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat ini, untuk melihat berbagai potensi dan inovasi serta kerajinan tangan yang mereka terapkan. Kemudian diadopsi untuk diterapkan di desa dan kelurahan di Kotamobagu,” ujarnya.

Ia berharap, hasil kunjungan kerja tersebut bisa menciptakan potensi yang ada di Kotamobagu berupa kerajinan tangan yang memang sangat maju di Provinsi NTB.

“Kemudian kearifan lokal juga sangat menonjol dengan desa adatnya yang begitu terkenal karena banyak turis dan warga lokal yang datang ke desa Ende (suku sasak). Begitupun pemerintah desa dan kelurahannya banyak inovasi. Maka ini yang wajib pemerintah desa dan kelurahan di kotamobagu lakukan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Sangadi) Tabang, Junius Dilapanga, yang ikut dalam study komparasi tersebut mengatakan, program ini bisa dikatakan sebagai ‘adiknya’ program bimtek atau semacam pelatihan.

“Study komparasi atau sejenis seperti kunker itu adalah muara setelah kita para Bobato atau Pemerintah Desa, diberikan berbagai pengetahuan tentang manajemen pemerintahan, manajemen keuangan, manajemen pembangunan dan kemasyarakatan serta pelbagai regulasi sebagai cantolannya,” terang mantan jurnalis senior ini.

Tentu namanya study komparasi lanjut Junius, tidak melulu dalam ruang data. Tetapi turun lapangan melihat langsung keunggulan-keunggulan yang ada di kawasan Desa di Lombok dan Bali, yang sudah mendapat pengakuan secara nasional sebagai Desa dan Kelurahan terbaik.

“Bagi kami, Kunjungan study banding di dua daerah ini sungguh sangat menginspirasi. Ada banyak keunggulan-keunggulan di dua daerah ini yang dapat kita adopsi, untuk diwujudkan di wilayah kerja kami para Bobato,” katanya.

“Dalam konteks wisata, kita di Kotamobagu punya potensi wisata yang dapat dikembang. Tinggal diikuti dengan perilaku, sikap mental dan keterampilan warga kita, yang menurut saya itu masih perlu terus diasah, untuk menjawab pengembangan wisata di daerah kita,” tandasnya. (ewin)

Komentar