oleh

Dapil 4 Bolmong Pertarungan “Raja Emas”, Perang Finansial Warnai Perebutan Tiga Kursi

BolmongNews.com, Bolmong–Meski pesta demokasi pemilihan legislatif (Pileg) dimulai tahun 2019 mendatang, namun, tensi politik khususnya di Kecamatan Lolayan mulai memanas.

Pasalnya, daerah pemilihan (Dapil) 4 ini telah dikenal sebagai dapil neraka. Itu bisa dilihat dari dalam daftar calon sementara (DCS) yang diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmong.

Bahkan, dapil yang hanya menyediakan tiga kursi ini bercongkol nama-nama politisi kawakan. Sebut saja mereka, yang saat ini lagi menikmati empuknya kursi anggota DPRD Bolmong alias petahana yakni, Abdul Kadir Mangkat (Golkar), Mas’ud Lauma (PDIP) dan Ahadin Mamonto (PAN).

Namun, pada Pileg mendatang persaingan akan semakin sengit bagi para pendatang baru. Terlebih, Ahadin Mamonto memutuskan untuk tidak maju lagi sebagai aleg.

“Dapil empat memang disetiap pileg selalu menghadirkan persaingan yang sengit. Itu karena kursi yang diperbutkan hanya tiga, sedangkan calegnya berlimpah,” kata pemerhati politik Lolayan Ismail Ambaru.

Tapi, selain pertarungan para figur yang punya nama-nama besar di dunia politik, dapil 4 untuk pileg 2019 mendatang menghadirkan persaingan lain yang menarik. Yakni, pertarungan para raja atau pengusaha tambang emas di Lolayan. Dari DCS yang diusung partai politik (Parpol), hampir semua partai besar menjagokan figur yang notabene adalah pengusaha tambang emas diwilayah itu.

Golkar masih dengan incumbent flamboyan papa Rendi sapaan akrab Abdul Kadir Mangkat, begitu juga ditubuh PDIP, masih tetap mengusung Mas’ud Lauma dan pendatang baru Gita Tuuk.

Yang menarik disimak adalah Nasdem. Partai yang lagi naik daun ini tak mau ketinggalan. Dalam DCS saja telah tercantum pengusaha emas dari desa Bakan yakni, Febrianto Tangahu atau yang akrab disapa Anto.

Meski tergolong pendatang baru. Namun, finansial Anto tak perlu diragukan lagi. Warga Lolayan pun sudah kenal siapa Anto. Dia adalah pengusaha tambang yang sukses. Selain Golkar, PDIP dan Nasdem, PKB juga tak mau ketinggalan. Partai besutan Gus dur ini telah mengusung Nasir Ganggai untuk maju di dapil 4. Selain dikenal aktifis. Nasir sapaan akrabnya diusung oleh warga dan beberapa pengusaha tambang desa Tanoyan.

“Ini adalah sisi menarik pertarungan di dapil 4. Rata-rata parpol mengandalkan juragan emas. Jadi sudah bisa dipastikan di dapil empat akan terjadi perang finansial setiap calon. Peluang besar meraih tiga kursi adalah empat partai besar tadi. Golkar, PDIP, Nasdem dan PKB,” ungkapnya.

Disisi lain, kata Is sapaan akrabnya, para pendatang baru yang tergolong muda, tak mau ketinggalan. Bahkan, figur-figur muda juga ikut mewarnai pesta demokrasi pileg 2019 mendatang. Sebut saja mereka, Iksan Tongkukut (Nasdem), Febrianto Tangahu (Nasdem), Rudi Satria Bonuot (PKB), Nasir Ganggai (PKB), Gita Tuuk (PDIP).

“Selain figur flamboyan. Mereka inilah figur muda yang siap bertarung untuk memperbutkan tiga kursi DPRD Bolmong. Bisa dipastikan pertarungan akan semakin sengit,”tuturnya.

Senada juga dikatakan Abdul Bahri Kobandaha. Menurut salah pemerhati politik Lolayan, bahwa juragan emas masih mendominasi pileg 2019 mendatang. Bahkan, jika melihat peta politik kemungkinan masih didominasi oleh wilayah hulu.

“Kan rata-rata juragan emas adalah diwilayah hulu. Prediksi saya, besar kemungkinan yang akan duduk nanti dikursi DPRD Bolmong masih diwilayah hulu ongkag, Bakan, Tanoyan dan Mopusi,”tuturnya. (*/ewin)

Komentar