oleh

Berparas Cantik, Wasit Ini Curi Perhatian Penonton dan Pemain di Open Turnamen Bupati Cup 2022

BOLMONG – Open Turnamen Bupati Cup 2022 antar klub se Sulawesi Utara yang  diikuti sebanyak 32 tim sepak bola resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), Senin 20 Juni 2022.

Turnamen sepak bola yang cukup bergengsi itu digelar di Lapangan Teratai Desa Poigar Satu, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolmong. 

Namun, ada yang menarik dalam laga pembukaan Open Turnamen sepak bola itu. Bahkan cukup mencuri perhatian penonton hingga pemain.

Hal tersebut adalah sosok perempuan yang merupakan asisten wasit atau hakim garis pada laga pembuka yang mempertemukan Poigar FC vs Teep Flower Minsel FC.

Wasit perempuan dalam laga tersebut nampak begitu tegas dan berwibawa, serta mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Sosok wasit perempuan itu bernama Fika Almira Amir.

Gadis berparas cantik yang berumur 20 tahun ini, berdomisili Lolak, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). 

Kepada Bolmong.news, gadis kelahiran 1 Juli 2001 ini menceritakan bahwa dirinya telah banyak memimpin pertandingan yang ada di Sulut.

Tentu, berpengalaman dan mengantongi lisensi PSSI, Fika memulai kariernya sejak 2019.

Bahkan dirinya mengakui, meski sering mendapat hal yang tidak mengenakan seperti terbentur bola atau tabrakan dengan pemain pria, ia tetap setia pada pekerjaannya.

Keseriusan Gadis yang masih tercatat Mahasiswa Semester III di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini mengungkapkan, ketertarikan dirinya di dunia perwasitan karena kecintaannya pada olahraga. Terlebih sepak bola.

Fika pun saat ini hanya bisa memimpin turnamen kompetisi tingkat daerah. Namun dengan kerja keras, ia sangat berharap dapat menjadi wasit wanita Indonesia berlevel nasional dan berlisensi FIFA.

Sehingga, bisa memimpin pertandingan kelas senior tingkat nasional bahkan internasional sekalipun

“Pengennya sampai dengan profesional, namun kita belajar dulu yang terkecil. harapannya bisa memimpin tingkat nasional,” aku Fika.  

 

Reporter: Wahyudy Paputungan

 

Komentar