Pembangunan Pabrik Amunisi Butuh Lahan 30 Hektar, Bupati Boltim: InsyaAllah Ada

BOLTIM—Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) direncanakan menjadi lokasi pembangunan pabrik amunisi sekaligus Batalyon Infanteri.

Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Komandan Batalyon (Danyon) Armed 19/105 Letkol Edi Yulian Budiargo, di Kabupaten Boltim.

“Selain silaturahmi kunjungan ini juga dalam rangka mencari daerah untuk pembangunan pabrik amunisi dan Batalyon Infanteri. Harapannya, semoga bapak Bupati dapat memberikan hibah lahan untuk rencana ini,” ungkap Letkol Edi, kepada sejumlah awak media, usai melakukan pertemuan dengan Bupati Boltim Sam Sachrul Maonto, Kamis 13 Januari 2022, kemarin.

Dengan adanya pabrik amunisi secara otomatis itu, terangnya, akan memberikan nilai tambah bagi daerah. Terutama perekonomian masyarakat di daerah Boltim.

“Dengan adanya pembangunan pabrik amunisi, tenaga kerja otomatis dari masyarakat sekitar,” ujarnya.

Rencana pembangunan pabrik amunisi ini langsung mendapat respon dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto. Menurutnya, rencana itu sangat baik dan positif.

“InsyaAllah kalau jadi ya, dan itu hanya dua di Indonesia. Kalau jadi, satu di Pindad dan satunya di Bolaang Mongondow Timur,” kata Bupati Sachrul usai menghadiri kunjungan Pangdam XIII/Merdeka, di rumah dinas wali kota kotamobagu, Jumat 14 Januari 2021.

Sachrul berharap, rencana tersebut segera terwujud. Bahkan, pekan depan, dirinya akan melakukan kunjungan ke Markas Batalyon Armed yang berada di Lolak.

“Pekan depan saya akan datang ke Batalyon Armed untuk menindaklanjuti apa yang kita bicarakan hari ini. Saya berharap pembangunan pabrik itu bisa terwujud,” katanya.

Sachrul mengungkapkan, lahan yang dipersiapkan sekitar 30 hektare. Karena ada Banker untuk tes amunisi. Dari Pemkab Boltim sendiri, terangnya akan berupaya untuk mewujudkan itu.

“InsyaAllah ada, karena kita banyak HGU disana. Tadi juga bersama Pangdam, Pangdam juga akan mengkaji itu, InsyaAllah akan terlaksana,” pungkasnya.

(Gazali Potabuga/Erwin Makalunsenge)

Komentar